Subscribe and Follow


counters

Monday, 23 June 2014

DAFTAR NAMA-NAMA KLUB BOLA TERTUA DI MALANG & INDONESIA


Timnas Hindia Belanda saat sparing match di Malang sayang tempatnya tidak diketahui

 Masyarakat Malang Raya terkenal dengan Masyarakat yang gila Bola, tidaklah salah karena sejarah & sepak bola merupakan kebanggaan dan harga diri bagi warga Malang Pribumi. Dan sejarah sepakbola Malang tercatat sebagai salah satu culture sepakbola yang tertua di Indonesia. Klub bola di Malang lahir seiring dengan dikenalkan olahraga sepakbola di masa penjajahan Belanda, banyak pemain pribumi mewakili klubnya sebagai duta timnas Hindia Belanda yang berlaga di tingkat Internasional bahkan mewakili Timnas Hindia Belanda di Piala Dunia 1938. maka sangatlah salah apabila pemahaman kita tentang sepakbola Malang lahir di era modern.

Stadion Gajayana merupakan stadion tertua di Indonesia yang merupakan warisan zaman Belanda, terletak di Kota Malang, Jawa Timur. Stadion ini mulai dibangun pada tahun 1924 dan dibuka tahun 1926. Kemudian pada awal 90-an stadion mengalami renovasi sehingga dapat menampung sekitar 15.000 penonton.


Klub sepakbola tertua di Malang : Go Ahead Malang (terbentuk 10 Mei 1897). Kemudian diikuti oleh Voorwaarts pada tahun 1902 , M.O.T. pada tahun 1904 , dan klub militer pertama di kota Malang yaitu Wilhelmina pada tahun 1909. Klub-klub Cina yang pertama adalah Kam Soe Twie - Tjoe Kian Hwee pada tahun 1913 dan Hak Sing Hwee pada tahun 1914 yang akhirnya digabung menjadi H.C.T.N.H. pada tahun 1930.

"Klub-klub sepakbola tersebut berada di bawah payung organisasi atau perkumpulan etnik. Namun di samping itu juga perusahaan-perusahaan, terutama perusahaan Belanda dan organisasi para ambtenaar (sekarang pejabat PNS), ikut aktif dalam kompetisi"

Organisasi sepakbola tertua di Malang yaitu The M.V.B. (Malangsche Voetbal Bond) didirikan pada 7 Agustus 1922 (sebuah federasi sebelumnya dengan nama yang sama telah didirikan pada tahun 1917).

Malang

Malang menjadi salah satu tradisi sepakbola yang kuat di Jawa, di luar "empat besar". meskipun hanya dua kali lolos (1939 dan 1940) ke turnamen akhir stedenwedstrijden sebelum Perang Dunia kedua. tereliminasi gagal melaju ke babak selanjutnya akibat rata-rata gol yang kurang dari tiga kesempatan (1934, 1937 dan 1938). Kota ini diwakili oleh kiper Mo Heng sebagai anggota timnas Hindia Belanda untuk Piala Dunia 1938 , yang bermain untuk juara lokal HCTNH pada saat itu.
Klub pertama yang didirikan di Malang adalah Go Ahead, pada tahun 1898, yang kemudian bermain ECA dari Soerabaja tiga kali dalam tahun yang sama (dua kali di Malang dan sekali di Soerabaja). kemuidian Voorwaarts pada tahun 1902, MOT pada tahun 1904, dan klub militer pertama di kota, Wilhelmina, pada tahun 1909. Klub-klub Cina pertama adalah Kam Soe Twie dan Tjoe Kian Hwee pada tahun 1913 dan Hak Sing Hwee pada tahun 1914; semua digabung menjadi HCTNH 1930.
Untuk sebuah kota kecil, Malang tumbuh dengan pesat (Malang memiliki 43.000 penduduk pada tahun 1920 dan dua kali lebih banyak pada tahun 1930). The MVB (Malangsche Voetbal Bond) didirikan pada 7 Agustus 1922 (federasi sebelumnya (MVB) dengan nama yang sama telah didirikan pada tahun 1917 dengan empat klub anggota, termasuk satu satu Cina, mengadakan liga di tahun yang sama dan meminta keanggotaan NIVB (PSSInya Hindia-Belanda) pada Mei 1919, (namun mengundurkan diri). Kemudian berafiliasi dengan NIVB pada tahun 1926 dan bertahan lebih lama daripada dua federasi yang dibuat pribumi lokal, keduanya disebut Unitas Voetbal Bond (yang pertama didirikan dan dibentuk pada tahun 1926, yang kedua berlangsung 1928-1929), sayang dibubarkan pada tahun 1933 dan digantikan oleh VMO ( Voetbalbond Malang en Omstreken). Satu tahun kemudian, tiga klub lokal menarik diri dari VMO dan membentuk OJVB (Oost Java Voetbal Bond). Tidak berapa lama kemudian Semua klub bersatu lagi di bawah MVU (Malangsche Voetbal Unie), didirikan 11 Juli 1935.
The MVU (yang telah refounded pada 23 September 1948) berganti nama menjadi MVU / PSM pada akhir 1949. Daftar Persema saat ini 20 Juni 1953 sebagai Tanggal yayasan, tapi itu tampaknya tidak benar karena Persema sudah disebutkan di surat kabar pada bulan Agustus 1951 (dan berkali-kali pada tahun 1952, yang paling penting sebagai peserta Kejurnas PSSI 1952 ); mungkin mereka ini sebagai kelanjutan dari atau nama baru untuk MVU / PSM
Federasi 
pertama "pribumi" di Malang tampaknya telah didirikan pada tahun 1933 sebagai PSIM (Persatoean Sepakbola Indonesia Malang) yang sebelumnya bernama PST (Persatoean Sepakbola Toemapel) pada bulan Oktober 1934. Pada tahun 1937, referensi dibuat untuk PSM, pada tahun 1939 untuk Persim; tidak jelas apakah ini adalah entitas baru atau federasi yang sama di bawah nama baru.

Juara Kompetisi internal anggota Bond (Federasi) klub-klub lokal di Malang yang sempat tercatat dengan nama Bond yang berbeda

MVB ( Malangsche Voetbal Bond ) 1
1917 Vogel
1918-1919 tidak diketahui
MVB ( Malangsche Voetbal Bond) 2
1922-1924 tidak diketahui
1925 Sparta                           
1926 Sparta
1927 Hak Sing Hwee
1928 Hak Slng Hwee
1929 Hak Sing Hwee
1930 Hak Sing Hwee
1931-1932 Ardjoeno
1932-1933 Xerxes
VMO ( Voetbalbond Malang en Omstreken )
1933 HCTNH
1934 HCTNH
MVU (Malangsche Voetbal Unie)
1935-1936 HCTNH
1936-1937 HCTNH
1937-1938 HCTNH
1938-1939 HCTNH
1939-1940 HCTNH
1940-1941 The Korintus
1941-1942 ditinggalkan
1942-1948 tidak diadakan
MVU (didirikan kembali 23 Sep 1948)
1949 Faroka









Berikut daftar beberapa klub sepakbola dari Malang yang sempat tercatat ;


  • 1897 30 Juli  Go Ahead (Malang)
  • 1902 17 Oktober Voorwaarts (Malang)
  • 1904 M.O.T. (Malang)
  • 1909  Wilhelmina (Malang)
  • 1913 10 Februari Kam Soe Twie (Malang) [digabung menjadi HCTNH 1930] Tjoe Kian Hwee (Malang) [digabung menjadi HCTNH 1930]
  • 1914 1 Maret Hak Sing Hwee (Malang) [digabung menjadi HCTNH 1930]
  • 1920  Majoe
  • 1924 30 Desember B.O.C. (Malang), The Corinthians (Malang)
  • 1925 April Ardjoeno (Malang)
  • Sparta
  • Takja Oetama
  • Vitesse
  • 1930 2 Oktober H.C.T.N.H. (Malang) [penggabungan Kam Soe Twie, Tjoe Kian Hwee, Hak Sing Hwee
  • 1940  S.V. Lawang
Era setelah Kemerdekaan
1953 20 Juni Persema (Malang)
1970  Persekam - Kabupaten Malang
1987 11 Agustus Arema (Malang)
2003   Persikoba Kota Batu - Malang



Kliping Buku tentang sejarah sepak bola Malang & Hindia Belanda


 
Tercatat klub bola Go Ahead sebagai klub bola tertua di Malang yang di dirikan pada tanggal 30 Juli 1897. meskipun klub ini sudah tidak eksis lagi di Malang, namun dapat kita simpulkan kalau sepakbola di daerah Malang Raya ini sudah ada sejak zaman dulu. berikut daftar klub sepakbola yang ada di Indonesia beserta tanggal & tahun lahirnya.

1887
16-November
Gymnastiek-Vereeniging (Medan) [started playing football before 1890]


1893 
28-Sep
Rood-Wit (Batavia)


1894  
1-September    Victoria (Soerabaja)


1896
Sparta (Soerabaja)

1898
30-Juli
Go Ahead (Malang)
Go Ahead (Semarang)
E.C.A. (Soerabaja) [as split-off Sparta]

1899
1-Juni   
S.C. S.O.K. (Medan)
S.V.V. (Semarang)

1900
5-Oktober
Hercules (Batavia) [football section formed in1904]
B.V.C. (Bandoeng)

1901
Januari
Langkat S.C. (Bindjey/Binjai Sulawesi)
7-Sep   T.H.O.R. (Soerabaja), Padangsche V.C.(Padang), Voorwaarts (Soerabaja[dissolved 1904]

1902
6-Juli   
Oliveo (Batavia)

17-Oktober
Voorwaarts (Malang)
V.I.O.S. (Meester Cornelis)
H.B.S. (Soerabaja)[dissolved 1904]
R.A. (Soerabaja)[dissolved around 1908]
Sidolig (Bandoeng)


1903
28-Februari
U.N.I. (Bandoeng)[keluar dari perkumpilan klub olahraga Olympia, yang didirikan Januari 1900]
25-September
B.V.C. (Batavia)[took over equipment from B.S.C., whose football
Sparta (Medan) section was dissolved in the summer of 1903]

1904
20-Juni
Deli S.C. (Medan)
M.O.T. (Malang)
M.O.T. (Semarang)
September
Sparta (Batavia)[military club, moved to Bandoeng 1916]

1905
12-Maret
Achilles (Batavia)
Maret
Ajax (Batavia)
Chinese S.C. (Medan) [as C.V.C. Tiong Hoa], Teman Sefakat (Bindjey)
15-Desember
Tiong Hoa Oen Tong Hwee[sports club, football introduced later; merged   

1906
Tapanoeli V.C. (Medan)into U.M.S. 1923]
Voorwaarts (Medan)

1907
1-Februari
 E.M.M. (Buitenzorg), Excelsior (Soerabaja)

1908
Quick (Batavia)
Thor (Batavia)
Hout Olie (Tjepoe)

1909
Wilhelmina (Malang)
Quick (Soerabaja)[as split-off E.C.A.]

1910
Ons Genoegen (Batavia)

1911
D.S.V. (Medan)
Olivo (Soerabaja)

1912 
20-Februari
Tiong Hoa Hwee Koan [merged into U.M.S. 1923]
28-September
S.V.B.B. (Batavia)[dissolved 24 Sep 1939]
C.S.C. (Medan)

1913
19-Januari
H.B.S. (Soerabaja)[as split-off T.H.O.R.]
10-Februari
L.S.V. (Bindjey)
Kam Soe Twie (Malang) [merged into H.C.T.N.H. 1930]
Tjoe Kian Hwee (Malang) [merged into H.C.T.N.H. 1930]

1914
1-Maret
Go Ahead (Medan)
Hak Sing Hwee (Malang)[merged into H.C.T.N.H. 1930]

Suryanaga (Soerabaja)[as Tiong Hoa football section; gymnastics and
T.H.O.S. (Semarang) fencing sections founded 1908]

1915
7-Maret
Jong Java (Batavia)
2-November
P.S.M.(Makassar)[as M.V.B.]
Thor (Bindjey/Binjai)

1916
S.S. (Bandoeng)[berubah nama menjadi L.U.N.O. pada tahun 1920; merjer dengan klub Sidolig 

1933]
Vios (Makassar)

1918
T.O.A. (Tegal)

1919
Y.M.A. (Soekaboemi)

1920
M.V.C. (Modjokerto)

1922
17 Juli
Helios (Sidoardjo
B.V.V. (Batavia)

1923
Juli
D.V.C. (Djember), Diana (Bandoeng), Stormvogels (Bandoeng)
Oliveo (Soerabaja), Persis (Solo)[as V.V.B.]
U.M.S. (Batavia)[as merger of various Chinese clubs] [*]

1924
7-September    
P.V.C. (Soekaboemi)
1-Oktober
D.S.V. (Djember)
30-Dec    
B.O.C. (Malang)
sv Aniem (Soerabaja)
L.E.G.O. (Pamekasan) [berubah nama menjadi Alfalah 1931, berubah nama lagi menjadi P.A.S. 1932]
The Corinthians (Malang)
V.V.M. (Batavia)

1925
April   
Ardjoeno (Malang)
13-May
H.V.V. (Batavia, Diana (Bandoeng)

1926
sv L.A. (Bandoeng)

1927
5-Juni
E.M.M. (Cheribon)
18-Juni
Persebaya (Soerabaja)[as S.I.V.B.]

1928
Januari    
V.O.P. (Medan)[founded under preliminary name Jong Molukken]
Mei
T.O.D. (Semarang)
28-Juli
Velox (Djokjakarta)
28-November
Persija (Batavia)              [as V.I.J.]
8-Desember
P.S.V. (Cheribon)
Mena (Soerabaja)
M.V.C. (Soerabaja)
P.S.B.I. (Blitar)
Setia (Batavia)

1929
Januari
M.O.V.V. (Meester Cornelis)
Doho (Kediri)
Dolok Ilir Voetbal Club

1930
2-Oct    
H.C.T.N.H. (Malang) [merger of Kam Soe Twie, Tjoe Kian Hwee, Hak Sing Hwee]
s.v. Madoera (Soerabaja)
P.S.I.M. (Djokjakarta)[as P.S.M.]
Uni (Cheribon)
S.V.S.S. (Djember)

1931
24-Jun    
W.I.K. (Depok)
v.v. Beer (Probolinggo)
Oranje-Nassau (Djombang)

1932           
P.S.P. (Padang)
P.S.I.S. (Semarang)
Juni    Jong Ambon (Tjimahi)

1933 
14-Mar    
Persib (Bandoeng) [merger of P.S.I.B. (former B.I.V.B.) and N.V.B.]
A.L.V.A. (Depok)

1934
5-Jan    
De Kraaien (Siantar)
Persiku (Koedoes)

1936
Mei    
Doreh (Manokwari)

1937            
Blauw Wit (Buitenzorg)
S.P.I.L. (Lamongan)

1938            
Sahata (Tebing Tinggi)

1940   
1 Februari    S.V. Lawang (Malang)


[*] U.M.S. merayakan ulang tahun ke-20 mereka pada 31 Januari 1925 dan mereka
30 di Desember 1935 ( beberapa pendapat menyebutkan bahwa UMS lahir
dari Tiong Hoa Hwee Oen Tong pada tahun 1905 ) meskipun di yakini beberapa sumber mengklam mereka didirikan sebagai Tiong Hoa Hwee Koan pada 20 Pebruari 1912.



Era Setelah Kemerdekaan

1950
14 April
E.D.O. (Hollandia)
21 April
PSMS (Medan)
[ sebagai penggabungan antara OSVB dan V.B.M.O. ]
10 September
Hercules (Hollandia)
Persiba (Balikpapan)
Persim (Maros)
Persipura (Jayapura) [sebagai V.B.H.]
W.I.K. (Hollandia)



1952

24 Januari
H.B.S. (Hollandia)

1953

Persikab (Bandung)
Persita (Tangerang)

Persiraja (Banda Aceh)

20 Juni
Persema (Malang)

1954

Persipro (Probolinggo)

1955

P.O.M.S. (Hollandia)
PSPS (Pekanbaru)

1957

PSAA (Asahan)
Mar Vios (Hollandia)

1958

Persiter (Ternate)
PSDS (Deli Serdang)

Perserang (Serang)


1960

Persma (Manado)
Persijap (Jepara)


1961

Persik (Kediri)
8 Juni  Persibom (Bolaang Mongondow)
22 Juli Persmin (Minahasa)
Persikab (Bandung)


1967

18 April Persela (Lamongan)
Persemai (Dumai)

Persiba (Bantul)


1969

Perseden (Denpasar)

Persipur (Purwodadi)


1970

Persegi (Gianyar)


1971

PSB (Bogor)


1972

Persiwa (Wamena)


1975

Persikabo (Bogor)


1976

20 Mei
PSS (Sleman)

Persijatim (Jakarta Timur)

Persig (Gunungkidul)

Persikup (Kulonprogo)


1977

Persis Arseto (Solo)


1980

30 November
Semen Padang (Padang)


1983

24 April
Persekabpas (Pasuruan)


1985

Kramayudha Tiga Berlian (Jakarta)

Mastrans Raya (Bandung)

PSBL (Bandar Lampung)


1986

2 Februari

Pelita Krakatau Steel / Pelita Jaya / Pelita Solo / Pelita Bandung Raya

Persedikab (Kediri)


1987
11 Agustus
Arema (Malang)

Pupuk Kaltim (Bontang)

Medan Jaya


1988

Petrokimia Putra (Gresik)

Barito Putra (Banjarmasin)


1989

11 Mei
Gelora Dewata/Delta Putra (Sidoarjo)

Putra Samarinda

SGS Assyakaab [asyabab] (Sidoarjo)


1990

10 November

Mitra Kukar


1994

11Oktober

Persikota (Tangerang)

Persekaba (Badung)


2000

Persibo (Bojonegoro)


2001

21 Maret
Mojokerto Putra


2004

24 Desember
Sriwijaya FC (Palembang) [akuisi dari Klub Persijatim-Jakarta Timur yang berdiri pada tahun 1976]


[*] Hollandia (Papua/Kolonial Belanda)
sumber : http://www.ozfootball.net/


Sampul buku tentang sejarah sepakbola Hindia Belanda sejak 1894-1930 yang diterbitkan oleh William Berretty orang Belanda di Sukabumi Jawa Barat 


SEKILAS TENTANG SEPAKBOLA DI MASA KOLONIAL


Sepakbola di Nederlands-Indië (Indonesia) telah tumbuh berkembang klub-klub dan kompetisi sepakbola sejak 1894. Klub-klub sepakbola tersebut berada di bawah payung organisasi atau perkumpulan etnik.

Namun di samping itu juga perusahaan-perusahaan, terutama perusahaan Belanda dan organisasi para ambtenaar (sekarang pejabat PNS),  ikut aktif dalam kompetisi.

Hanya saja karena wilayah Nederlands-Indië sangat luas, terpencar-pencar di kepulauan yang saling berjauhan dan sarana transportasi masih sangat terbatas, maka saat itu belum memungkinkan digelar kompetisi skala nasional.

Tapi kompetisi-kompetisi lokal saat itu sudah tumbuh subur di berbagai kota di Pulau Jawa. Sejak 1914 sudah berlangsung pertandingan antar-kota, yang diwakili oleh klub-klub terkuat setempat. Dan sempat melakukan uji coba yang bertaraf Internasional baik klub maupun Tim Nasional Hindia Belanda.

Dari kompetisi-kompetisi di daerah ini lah Sepakbola Hindia Belanda mengirimkan delegasinya ke piala dunia 1938, walau kalah 6-0 oleh tim kuat Hungaria namun cukup untuk mengenalkan Indonesia ke dunia sebagai negeri yang mempunyai tradisi olah raga sepak bola yang sudah lama

Berikut ini daftar klub-klub pada masa itu, dimulai dengan nama, singkatan atau akronimnya, kemudian dilengkapi dengan kota atau karakteristik klub atau perkumpulannya:

Ardjoeno – Malang – Warga pribumi
BVC (Bataviasche Voetbal Club) – Batavia – Warga Eropa
The Corinthians – Malang – Warga Eropa
Djocoja – Djokjakarta
Excelsior – Soerabaja
Excelsior – Makassar
GOWA – Makassar
Hak Sing – Malang – Warga Tionghoa
HBS (Houdt Braaf Stand) – Soerabaja
HCTNH – Soerabaja – Warga Tionghoa
Hercules – Batavia – Warga Eropa
Jong Ambon – Batavia – Warga Ambon
Jong Ambon – Makassar – Warga Ambon
M.O.S. – Makassar
MVS (Medansche Voetbal Vereniging) – Warga Medan
OLVEO (Onze Leus is Voortwaarts En Overwinnen) – Batavia – Warga Eropa
Persis – Makassar
SIDOLIG (Sport In De Open Lucht Is Gezond) – Bandoeng – Warga Eropa
Sparta (Militairen) – Batavia – Warga Eropa
Sparta (Militairen) – Bandoeng – Warga Eropa
Sparta – Malang
STOVIA (Inlandse Artsen) – Batavia – Pribumi
SVBB (Sportvereniging Binnenlands Bestuur) – Batavia – Warga Eropa
SVV – Semarang
Takja Oetama – Malang – Pribumi
THOR (Tot Heil Onzer Ribbenkast) – Soerabaja
Tiong Hoa – Soerabaja – Warga Tionghoa
VIOS (Voorwaarts Is Ons Streven) – Batavia – Pribumi
VIOS (Vooruit Is Ons Streven) – Makassar
Vitesse – Malang
UMS (Unity Makes Strength) – Batavia – Tionghoa
UNI (Uitspanning na Inspanning) – Bandoeng – Warga Eropa
Velocitas (Militairen) – Bandoeng – Warga Eropa
VIOS (Voorwaarts Is Ons Streven) – Batavia – Warga Eropa
Voorwaarts – Malang – Warga Eropa
VVJA (Voetbal Vereniging Jong Ambon) – Batavia – Pribumi
VVM (Voetbal Vereniging Minahassa) – Batavia – Pribumi
Sumber:
(VUVSI-ISNIS, [1914-1949], Commemorative buku yang diterbitkan pada kesempatan ulang tahun ketiga puluh lima organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia dan ulang tahun ketiga puluh Juara Kontes. Kolff, 1949, Amsterdam / Batavia


Tim Nasional Hindia Belanda di piala dunia 1938





Sunday, 15 June 2014

Arema dan Singo Edan Dalam Senyum

 Teringat ayas antara tahun 1992/1993 ketika ayas masih SD, waktu itu liburan sekolah. Seperti biasah setiap liburan ayas di ajak Memes sambang kerumah Kakek di daerah Jl,.Pulosari gang 2 Kota Malang. naik angkutan Bison ke arah kota kemudian turun di pertigaan Blimbing. Ayas masih ingat kalau dulu itu tepat di depan kantor PDAM kec. Blimbing ada taman dengan patung wanita mengangkat tembikar diatas kepalanya dan yang satunya dipegang diantara pinggulnya yang kemudian keluar air yang tumpah kebawah dan di sampingnya ada patung kijang mungkin ada 3 patung kijangnya (saya lupa). perjalanan Ayas sama Memes jalan ke arah utara untuk naik becak ke rumah mbah, lagi-lagi saya melihat baner iklan besar bergambar seorang coboy yang sedang menghisap rokok tepat di utara samping kiri PDAM pertigaan Blimbing dekat dengan masjid di samping PDAM (pos Polisi), tidak lama kemudian ayas sama Memes naik becak ke arah pulosari. Tak beberapa lama Ayas sama Memes melihatt konvoi kendaraan yang berjalan ke arah timur kontan saja si tukang becak meminggirkan becaknya di sebelah jalan raya, ayas masih ingat saya antusias sekali melihat sambil Memes slalu memegangi ayas. kemudian ayas bertanya kepada Memes " arak-arakan opo iku Bu? Memes menjawab " Arema ", ayas balik nanya Arema iku opo Bu? Arema iku singo edan, jawab Memes sambil tersenyum. saya melihat mobil jeep dengan atap terbuka dengan sebuah piala yang di pegang oleh seseorang, banyak yang ada diatas jeep pada waktu itu dan  Lumayan panjang konvoinya sampai-sampai macet sebentar. suasana meriah terlihat sekali saat itu, dan setelah konvoi menghilang barulah bapak tukang becak melanjutkan perjalanan menuju rumah kakek ayas di Pulosari gang 2.
Beberapa hari kemudian liburan telah usai dan Ayas kembali bersekolah, ohya sekolah ayas waktu itu di pakai untuk mengajar 2 kali, paginya kami yang sekolah dasar dan siangnya untuk sekolah menengah pertama. ayas masuk pagi sambil beli jajanan waktu itu, lupa namanya seperti cenil tapi panjang berwarna merah dan kenyal ada taburan parutan kelapanya. Tidak lama setelah menikmati jajan itu bersamma teman-teman bel dari Velg Mobil di pukul pertanda aktivitas belajar-mengajar segera dimulai. saya kemudian masuk kelas karena waktu itu belum ada pelajaran Ayas bermain ke teman ayas yang tempatnya tepat dibangku di belakang ayas. Ayas terus tertarik untuk melihat sebuah gambar&tulisan di bangku tersebut, rupanya itu coret-coretan kakak kelas yang duduk di SMP. Lagi-lagi saya teringat konvoi beberapa waktu yang lalu ketika ayas bersama memes ke rumah Kakek karena di meja itu ada tulisan Arema Singo Edan dengan gambar singa yang mulutnya menganga dan teman saya waktu itu entah tau dari mana dia bilang kalau itu tim bola dari malang. dari situlah ayas jadi tertarik untuk mencari tau tentang Arema Singo Edan tersebut. Namun sayang dengan letak geografis di kabupaten Malang, usia ayas yang masih anak-anak  & keadaan waktu itu sangatlah tidak memungkinkan untuk mencari tau apa Arema itu? yang jelas karena hobi ayas menggambar sejak kecil dan waktu itu ayas hobi menggambar pahlawan revolusi&gambar perang-perangan sejak melihat kejadian konvoi&grafiti di meja halokes dikelas maka saat itulah ayas jadi suka gambar singa dengan mulut menganga lengkap dengan anting di telinganya walaupun belum tau apa arema itu sesungguhnya, yang saya tau Arema adalah klub bola lokal Malang.
Tahun 1994 ayas kelas 1 SMP, ayas masuk di SMP Negeri 1 Pakis-Malang. Disinilah lingkup sosial ayassemakin luas karena teman-teman ayas bertempat tinggal diberbagai daerah di wilayah kec. Pakis dan ada juga yang dari kota Malang.. (bersambung)

Saturday, 14 June 2014

PIWUDHAL LAN PIWULANG


Teringat cerita nenek: bahwa dalam wayang kulit cerita yang jarang(bahkan nyaris tidak pernah) di mainkan adalah "Bronto yudho(mahabarata)" karena bisa menimbulkan efek negatif, sehingga jarang dimainkan diacara Mantenan/sunatan..mungkin cerita lahirnnya Gatot katja, petruk sugih, Arjuno Ngecowantah atau cerita2 yang ringan2 saja yg disajikan tujuanya menghibur&memberi cerminan pelajaran yang ditampilkan.kembali ke bronto yudho yg diceritakan oleh Nenek; saat perang itu dimulai akan tiba satu masa dimana Betoro Indro (betara Indra) melihat Karna tidak akan mati kalau dia masih memakai tameng Betara Surya, karena merasa Arjuna Masih keturunanya dia ingin memberikan kepada Pandawa kemenangan,( karena kemenangan adalah untuk yg baik dan kekalahan untuk yg buruk) kemudian datang Betoro Indro menemuikarno(Karna/putra sang fajar) dia meminta tameng Surya pada Karna untuk ditukar dengan tameng Indra yang tentu saja diberikanlah tameng itu kepada Betara Indra. disinilah awal kematian Karno(Karna) yg dalam akhir cerita Karna tertembus panah Arjuna..mendengar kabar Karna Meninggal Dewi Kunti sedih dan dia mengatakan sebuah rahasia yang di pendamnya berpuluh2-puluh tahun tidak diomongkan kepada suaminya Pandu dan anak2nya para Pandawa. Dewi Kunti berujar bahwa Karna adalah anak kandungnya dari keturunan Batara Surya maka Yudistira sangatlah kecewa karena merasa terbohongi dan berdosa karena pandawa membunuh kakak kandungnya..kemudianYudistira Bersumpah;dia berujar Bahwa Mulai sekarang Wanita tidak akan bisa menutupi sebuah rahasia selama-lamanya, hehe ada benarnya juga sebagian besar wanita tidak bisa memegang omongan yang di rahasiakan walaupun ada juga yg masih kuat pegang janji. .sangat senang bisa menyimak cerita alm.nenek dan sangat heran kenapa Nenek bisa mengerti cerita-ceriNenek bilang Kalau diUjung gunungan wayang (http://lastzie.wordpress.com/2009/05/26/gunungan/ )  selalu ada Banteng Jawa & Harimau Jawa dimana 2 hewan ini tidak akan punah sampai akhir masa dan hidup di Hutan Jawa. nah anehnya Harimau Jawa di nyatakan telah punah....NAMUN aneh tapi nyata juga, bahwa Harimau Jawa masih banyak terlihat didalam lebatnya hutan diJawa termasuk ketika gunung merapi meletus beberapa tahun yg lalu banyak warga sekitar merapi yang melihat harimau loreng turun gunung.
sangat menyenangkan bisa mendengar cerita pewayangan dari Nenek tapi yang membuat saya heran mengapa nenek begitu detail mengerti cerita pewayangan? sedangkan dia bukan seorang Dalang (piwudal lan piwulang) beliau menjawabnya simpel setiap akhir tahun di Balai Desa selalu ada selamatan Desa yang selalu menampilkan Wayang kulit dan dalangnya dulu sebelum tampil selalu mampir kerumah, dari situlah dia dapat cerita pewayangan sehingga Nenek saya nyaris hafal setiap cerita pewayangan dan tokoh-tokoh yang di lakonkan.
yang membuat cerita ini menarik (saat nenek masih ada) dia selalu bilang kalau prihatin karena di era kepala desa sekarang tidak pernah diadakan bersih desa yang menghadirkan wayang kulit sebagai pertunjukannya disetiap tahunnya.
 Aneh juga saya menulis catatan ini, namun dari pada saya mengingat-ingat mending saya tuliskan di sini. hanya untuk mengingatkan saya pribadi bahwa saya seorang Jawa Dwipa suka Seni namun sulit menemukan seni itu sendiri di masa ini. merupakan sebuah tradisi mempertahankan&menuturkan cerita kepada anak cucu kita yang khususnya kepada mereka yang menginjak,hidup&berkeluarga sekaligus bekerja di tanah Jawa sebagai Jawa Dwipanes modern dimasa mendatang. semoga Orang Jawa seperti saya bisa mengerti seberapa Jawanya Saya.

"TRADISI SELALU TERLAHIR DARI BUDAYA YANG ADA DI SEKITAR KITA, DAN BUKTI PENINGGALAN NENEK MOYANG ADALAH WARISAN BERNILAI TINGGI UNTUK MENGETAHUI AGUNGNYA SEBUAH PERADABAN YANG DIWARISKAN KEPADA KITA"